Technical Training Penguatan Lembaga Petani Kakao Kapuas Hulu 2025
Membangun Fondasi Kakao Berkelanjutan dari Hulu ke Hilir
Technical Training Penguatan Lembaga Petani Kakao di Kabupaten Kapuas Hulu 2025 resmi digelar pada 12 sampai 14 November di Desa Sejiram. Program ini diinisiasi oleh Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat, bekerja sama dengan Kalara Borneo, GIZ, dan Koperasi Bina Tapang Mandiri, sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas petani kakao lokal.
Sebanyak 50 petani kakao dari tiga kelompok tani berpartisipasi dalam pelatihan, dengan sekitar 60 persen di antaranya adalah petani perempuan yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempelajari budidaya kakao dan praktik pasca-panen biji kakao terfermentasi. Keterlibatan aktif petani perempuan menjadi salah satu sorotan acara, mencerminkan peran penting mereka dalam menjaga keberlanjutan pertanian rakyat di tingkat komunitas.
Pelatihan Komprehensif dari Budidaya hingga Pasca-Panen
Selama tiga hari program, peserta menerima materi teori dan praktik langsung yang mencakup praktik budidaya kakao yang baik, termasuk pemeliharaan tanaman, pengelolaan hama, dan tata kelola kebun yang berkelanjutan; serta teknik pasca-panen biji kakao terfermentasi, seperti seleksi buah, penanganan biji, proses fermentasi, dan metode pengeringan yang tepat.
Pendekatan berbasis praktik ini dirancang untuk membantu petani segera mengaplikasikan teknik di kebun mereka sendiri, memungkinkan peningkatan konsisten dalam kualitas dan produktivitas kakao lokal.
Kolaborasi Strategis Memperkuat Rantai Pasok Kakao Kapuas Hulu
Selain pelatihan teknis, program ini juga menjadi platform untuk menghubungkan berbagai pemangku kepentingan dalam industri kakao. Melalui diskusi kolaboratif dan perencanaan bersama, mitra mengidentifikasi peran kunci di sepanjang rantai pasok kakao dari hulu ke hilir, termasuk penguatan kakao terfermentasi Kapuas Hulu yang menjadi bahan baku cokelat bean-to-bar.
Pendekatan kolaboratif ini mendukung pengembangan ekosistem kakao yang lebih terstruktur dan kompetitif, membuka peluang di pasar lokal maupun internasional.
Arah Masa Depan: Agroforestri sebagai Jalan Pengembangan
Salah satu harapan jangka panjang dari program ini adalah semakin banyak kebun kakao yang mengadopsi sistem agroforestri, mengintegrasikan kakao dengan pohon peneduh dan tanaman produktif lainnya. Pendekatan ini tidak hanya mendiversifikasi pendapatan petani tetapi juga berkontribusi pada konservasi lingkungan dan ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan.
Dengan dukungan kelembagaan yang kuat dan komitmen para petani lokal, Kapuas Hulu berada di posisi yang baik untuk terus berkembang sebagai produsen kakao terfermentasi berkualitas tinggi dengan karakter khas Kalimantan Barat.