Lahan
Kakao di Bawah Tegakan Hutan
Kebun mitra kami mengikuti sistem tembawang, tradisi agroforestri Dayak yang menanam kakao berdampingan dengan durian, rambutan, dan pisang. Naungan pohon besar menjaga kelembapan tanah dan menekan serangan hama.
Pendekatan ini menutup satu celah yang sering muncul di komoditas: tidak ada insentif untuk membuka hutan baru, karena nilai kebunnya justru datang dari tegakan yang dipertahankan. Sampai 2026 sudah 45 hektar lahan terlantar yang diaktifkan kembali sebagai area demonstrasi.